Blogger Jateng

Manajeman Hidup, Kisah Dari Seorang Messenger



Copas dari mantan orang satu kantor : Pak Bayu

Sore tadi saya interview dengan salah satu kandidate untuk messanger, dan ternyata banyak pelajaran dari interview (tepatnya pembicaraan) kita tadi, karena akhirnya saya tidak melakukan interview namun banyak tanya mengenai kehidupan pribadi kandidate tersebut. Beberapa belajaran perlu saya share disini :

1. Kandidate ini saat ini masih menjadi messanger di salah satu persh di Jakarta dg gaji 1,8jt/bln disana ( sebelum nya juga messenger di persh lain dg gaji 1,6jt) .

2. Dia seorang yg belum nikah umurnya baru 25 th, dari keluarga sederhana di salah satu kota kecil di jawa tengah.

3. Dengan gaji nya tersebut sampai saat ini dia sudah MEMILIKI rumah sendiri di daerah MENTENG ATAS dari hasil kerjanya selama ini di jakarta, katanya " Cuma rumah kecil di kampung menteng kok pak" jawab nya menerangkan, waktu saya tanya " tinggal dimana ...?? kos atau ikut ortu...?" terus terang saya kaget dengan jawabanya dan lebih surprise ketika saya gali lebih jauh lagi. (saya membayangkan berapapun kecilnya tapi rumah di daerah Jantung Jakarta pasti cukup punya Nilai yang lumayan harga tanah per meternya.

4. Dia mempunyai 4 ekor sapi yang dipelihara di kampung di Jawa, Namun sekarang tinggal tiga Ekor karena yang satu baru dijual bulan lalu untuk dia beli motor dan laptop... (dia mau belajar komputer secara otodidak katanya)

5. Dia bisa memiliki TSM (tabungan berjangka Bank Mandiri)

6. Dia memiliki Asuransi Jiwa dg sistem Link dari AXA,

Saya perhatikan tidak ada yg istimewa dengan penampilanya pakaiannya pun saya yakin bukan beli dari mal dan dengan tas punggung kumal ala messenger kebanyakan, namun Dari cerita candidate ini saya bisa menyimpulkan ternyata untuk memiliki Rumah di Kota Jakarta tidak perlu mengejar gaji sampai Puluhan Juta/bln, seorang dg pekerjaan messenger dg Gaji kurang dari 2 juta, bila berkah dan di syukuri ternyata Allah menuntun dengan  jalan-Nya sendiri.....

Kata PAk Bayu lagi:
Coba kita renungkan langkah candidate ini dalam membelanjakan pendapatanya, bukanya motor dan gadget yang dibeli lebih dahulu namun investasi untuk masa depanya ( motor dan laptop baru dia beli satu bulan yang lalu setelah semua investasinya terpenuhi). Kalo saya perhatikan sebagaian staff saya dari OB,security sampai senior staff sudah memiliki gadget, motor dan bahkan mobil tetapi tinggal pun masih ikut ortu maupun kos di kamar yang sempit.....ditambah cicilan yang belum selesai. hmmmm ...