Sunday, June 21, 2009
Mirror dan Migrasi
dan kemungkinan benar-benar migrasi
Sunday, June 7, 2009
APAPUN YANG KITA DAPAT, ADA KONSEKUENSINYA
Pelajaran dari pengalaman hidup pribadi , bahwa apapun yang kita dapat ada konsekuensinya. Dulu sewaktu masih menganggur, sangat ingin bekerja, banyak memohon, berdoa agar mendapat pekerjaan. Akhirnya doa terkabulkan, didaptlah pekerjaan itu. Pasti ada konsekuensinya, yaout lokasi kerjanya di tempat terpencil, di luar jawa, jauh dari keluarga dan teman. Namun apapun itu teap disyukuri dan dijalankan. Alhamdulillah, hilang sudah predikat penganguran.
Dalam perjalanannya, ternyata kerja di daerah tepencil banyak tidak enaknya. Internet jarang, cari kompas Sabtu sulit bukan main. Apalagi kerjanya di perusahaan lokal, sepertinya tidak ada harapan, rasanya terlunta lunta di negeri antah berantah. Akhirnya ambil keputusan bulat, yaitu keluar dari pekerjaan dan kembali ke rumah, konsekuensinya...ya jadi pengangguran lagi.
Memang, hidup di jawa itu masalah komunikasi dan informasi sangat gampang didapat, terbukti selama mengangur edisi 2, selama hampir setahun, ada beberapa kali test dan interview dari beberapa perusahaan, yang bonafide tentunya. Walopun semuanya gagal, namun banyak pengalaman yang di dapat.
Akhirnya pekerjaan ke 2 itu datang juga. Tanpa tes, langsung wawancara dengan managernya, besoknya langsung kerja. Pelajarannnya, walopun kita berusaha dan berdoa agar mendapat A, ternyata Allah punya jalan sendiri, karena bisa jadi jawabannya adalah B. Kita berusaha menggapai kotak di puncak gunung dan kita telah melaui jalannya yang berliku-liku sampai dipuncak, namun kotak itu tidak ita dapatkan. Tenyata Allah menetukan untuk kita mendapatkan bungkusan di padang rumput sebelah rumah.
Kembali ke masalah pekerjaan dan konsekuensi, pekerjaan ke-2 itu adalah pekerjaan outdoor, hidup di jalan dengan penghasilan seadanya plus bonus jika ada order. Apakah keluhan tetep datang, pasti! Awal-awal pekerjaan, sangat menikmati, karena jam kerjanya bebas, bisa kerja sambilan lagi. Plus berkumpul dengan keluarga adalah hal yang sangat penting. Tapi setelah hampir setahun dan sudah punya anak, sepertinya walopun enjoy dalam bekerja namun kurang bisa menjamin kelangsungan hidup.
Singkat cerita akhirnya datanglah panggilan tes dan seterusnya sampai berhasil. Ini adalah hal yang sama dengan analogi kotak di atas gunung tadi, maksudnya berhasillah kotak itu didapat, yang mana gagal di tahun sebelumnya.
Akhirnya untuk pertama kalinya bisa kerja di Perusahaan besar, yang dikenal di seluruh negeri, dengan sistem kerja, aturan, jaminan dan pendapatan yang teratur. Maksudnya tiap bulan gajian, ada asuransi, ada atasan ada bawahan, ada cuti, ada meeting, ada target, ada bagian-bagian di perusahaan, ada juga sanksi jika melanggar, serta ada bonus juga berstatus pegawai tetap. Namun sekali lagi si konsekuensi datang, yaitu pendapatan yang ngepas, tidak punya tabungan, tidak bisa beli apa-apa serta tepisah dengan keluarga. Konsekuensi tidak selamanya buruk, yang positif juga ada. Di empat kerja ini konsekuensi positifnya adalah bisa kenal Jakarta, bisa menambah wawasan, bisa teratur ikut taklim, bisa kenal internet lebih mendalam (bisa bikin blog hehe). Dan yang jelas karena rutin di siram, rohani juga baik.
Karena alasan ekonomi dan merasa umur masih memungkinkan untuk manuver, akhirnya meloncatlah ke bidang lain. Di tempat baru ini tahulah rasanya pressure dan target, yang menyita waktu dan pikiran serta kesehatan, dan yang paling rugi adalah siraman rohani jadi hilang, otomatis iman sepertinya tipis kembali. Waktu hiduop hanya untuk kerja kerja dan kerja. Dan konsekuensinya adalah pendapatan bertambah, bisa sedikit menabung, bisa membeli sesuatu, bisa membayar hutang, infaq bertambah jumlahnya serta lebih dekat dengan rumah. Tapi bidang agama memang seperti terpinggirkan (Subhanallah Astaghfirullah).
Kesimpulannya adalah tidak ada yang ideal dalam hidup ini, selalu ada yang kurang, tinggal bagaimana kita menyikapinya.
Semoga di tempat baru nanti lebih banyak konsekuensi positifnya yaitu, tempat kerja nyaman, fasilits terjamin, kerja teratur, libur teratur, penghasilan tetap, tabungan bertambah, berkumpul dengan keluarga, bisa mendidik anak, siraman rohani teratur, sodaqah teratur...indahnya...amin
Thursday, April 2, 2009
MEMBEDAKAN MADU ASLI ATAU PALSU
Assalamu'alaikum Wr,Wb
“Dari perut lebah itu keluar minuman (Madu) yang bermacam-macam warnanya didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan buat manusia”
(QS... An Nahl ayat 69)
Madu tidaklah mendapat perhatian dari para peneliti Barat selama beberapa dekade lalu, seperti perhatian yang didapatnya selama dua tahun terakhir. Berpuluh-puluh kajian ilmiah dalam dua tahun terakhir telah dipublikasikan, nyaris setiap minggu selalu ada satu kajian ilmiah yang mantap mengenai madu yang dipublikasikan di majalah-majalah internasional yang kredibel.
Anjuran Berobat dengan Madu
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda, “Jika di sebagian obat-obatan yang kalian gunakan terdapat kebaikan, maka itu terdapat dalam minuman madu, sayatan alat bekam, atau sundutan dengan api, tetapi aku tidak suka berobat dengan sundutan api.” (HR. Al-Bukhôrî no.5702)
Nilai Kalori Madu:
Setiap 1 kg madu mempunyai nilai2.940 kalori dan menurut daftar Depkes perbandingan 1 kg madu sama dengan nilai:
= 50 butir telur ayam
= 5.675 liter susu sapi
= 1.680 kg daging sapi
= 40 buah jeruk dan 25 buah pisang
Beberapa manfaat Madu:
• Menghaluskan/ melembutkan kulit
• Meredakan infeksi kulit ringan
• Pembersih muka (Masker)
• Penambah stamina bagi tubuh
• Mengobati penyakit osteoporosis
• Batuk
• Gangguan pencernaan
• Sakit (radang) tenggorokan
• Migraine (sakit kepala)
• Pertumbuhan gigi pada Anak
• Mengobati penyakit susah tidur
• Bisa menghilangkan kebiasaan mengompol pada anak-anak
• Membantu menyembuhkan animea
• Menguatkan jantung
• Dan masih banyak lagi
Cara mengetahui Madu asli atau palsu:
1. Campurkan 4 tetes Yodium Tincture ke dalam 25 tetes madu kemudian kocoklah sampai merata. Bila warnanya berubah menghitam dipastikan medu tersebut PALSU yang terbuat dari gula. Sedangkan yang ASLI warna madu tetap seperti semula atau menjadi gelap kemerah-merahan
2. Aduklah sampai rata 3 sendok madu dalam segelas air biarkan selama beberapa waktu. Bila terdapat endapan butiran yang berwarna hitam maka madu tsb PALSU. Madu ASLI akan terlihat endapan butiran berwarna coklat muda (kekuning-kuningan)
3. Panaskan ½ sendok makan madu diatas lilin, bila madu ASLI setelah mendidih ia akan berbuih banyak dan akan tumpah. Madu PALSU buihnya kecil-kecil dan tidak tumpah
4. Kocok madu murni dalam botol tidak terisi penuh selama 2 menit. Madu ASLI akan terdapat butiran gelembung merata secara keseluruhan madu ASLI akan menjadi lebih muda (agak putih). Dan stelah dibiarkan beberapa waktu madu akan berubah kembali ke warna seperti semula dengan tetap berbuih.
AWAS! 2 Anggapan yang keliru:
1. Semut tidak suka madu
2. Madu Asli tidak membeku dalam kulkas
Faktanya:
1. Semut sangat suka dengan madu. Madu yang tidak didatangi semut justru biasanya karena kadar airnya tinggi.
2. Madu asli adalah merupakan zat cair kental yang mengandung air 17-25%, dan tentu semua air murni akan membeku dalam suhu 00 C. Kalau ada madu yang tidak membeku minimal selama 7 hari maka dipastikan madu tersebut telah mengandung ZAT KIMIA ANTI BEKU yang sangat berbahaya bagi kesehatan...
Rahasia Kehebatan Madu yang Terungkap oleh Kedokteran Modern
Berikut majalah-majalah kedokteran yang terpercaya, penulis akan mengutip sebagiannya sebagai berikut :
1. Bakteri Tidak Mampu Melawan Madu
Demikian judul sebuah artikel yang dipublikasikan di Majalah Dis Lancet Infect, bulan Februari 2003 M. Dalam artikel ini, Dr. Dixon menegaskan adanya kekuatan besar di dalam madu yang mampu mengalahkan bakteri, di mana bakteri-bekteri itu tidak mampu bertahan di hadapan madu. Penulis menganjurkan untuk menggunakan madu dalam mengobati berbagai jenis luka, termasuk luka bakar.
2. Penggunaan Madu Sebagai Antiluka
Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan dalam Majalah Ann Plast Surg, bulan Februari 2003 M, dilakukan penelitian terhadap 60 pasien berkebangsaan Belanda yang terkena luka dalam, yang bermacam-macam, meliputi luka-luka menahun (21 pasien), luka-luka kompleks (23 pasien), dan luka-luka memar yang parah (16 pasien).
3. Madu dan Luka Bakar
Dalam rubrik “Luka Bakar” majalah Durns tahun 1996 M, telah dipublikasikan sebuah artikel tentang penggunaan madu untuk pengobatan luka bakar. Artikel tersebut menganjurkan penggunaan madu untuk luka bakar.
4. Antara Madu dengan Infeksi Lambung (Maagh)
Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Majalah Pharmacolres tahun 2001 M, para peneliti menyatakan bahwa madu bisa membantu pengobatan infeksi lambung.
5. Madu bisa menurunkan kadar gula di dalam darah para pengidap penyakit diabetes. Bukti-bukti menguatkan bahwa di dalam madu terdapat unsur oksidan yang menjadikan asimilasi gula lebih mudah di dalam darah, sehingga kadar gula tersebut tidak terlihat tinggi.
Semoga Bermanfaat!
Wassalamu'alaikum Wr,Wb